ng-blog ah….!!!

April 30, 2009

Hal kecil tentang Batere

Filed under: tech — Tags: , , , — pradithya @ 12:07 pm

Baterai merupakan suatu komponen elektronika yang menyimpan energi dalam bentuk senyawa kimia atau sel elektrokimia. Sel-sel tersebutlah yang menghasilkan perbedaan tegangan antara terminal positif dan terminal negatif dari baterai. Baterai dikelompokan berdasarkan jenis senyawa kimia penyusunnya. Jenis baterai yang sering digunakan antara lain : Alkaline, Nickel-Cadmium, Nickel-MetalHidrida, Lithium-Ion, Lithium-Polimer, Lead Acid dan Fuel Cell. Dalam menentukan pemilihan baterai sebaiknya mempertimbangkan spesifikasi atau rating baterai yang meliputi tegangan, arus, serta kapasitas baterai.

1. Rating Tegangan

Pemberian rating tegangan pada baterai kadang membingungkan, sebab tegangan aktual baterai akan berbeda dengan rating yang tertulis dalam baterai. Pada kebanyakan baterai rating tegangan menunjukan tegangan baterai pada kondisi kosong. Sebagai contoh baterai Nickel Metal Hidrida (NIMH) memiliki rating tegangan 1,2 V, yang menyatakan tegangan baterai tersebut bernilai 1,2V bila telah habis terpakai (nilai nominal cell). Seiring dengan proses pengisian baterai atau biasa disebut charging, tegangan baterai akan meningkat hingga bernilai maksimum ketika baterai telah terisi penuh. Tegangan baterai saat terisi penuh memiliki nilai lebih besar 15-25% dari rating tegangan baterai. Untuk mendapatkan tegangan yang lebih besar, maka baterai dapat dipasang secara seri.

2. Rating Arus

Rating arus pada baterai diberikan dalam bentuk satuan “mA”. Rating arus menunjukan arus maksimum yang dapat diberikan baterai pada beban. Rating arus sebenarnya sangat jarang diberikan dalam baterai terutama baterai NiMH dan NiCd lain halnya dengan baterai yang berasal dari senyawa Lithium. Untuk memperbesar arus, maka baterai dapat dipasang secara parallel.

3. Kapasitas Baterai

Kapasitas pada baterai diukur dengan menggunakan satuan “mAh” atau “Ah” yang merupakan singkatan dari mili-ampere-hour dan ampere-hour. Secara praktis baterai dengan kapasitas 1000 mAh dapat memberikan arus sebanyak 1000 mA selama satu jam atau 2000 mA selama setengah jam.Untuk meningkatkan kapasitas, maka baterai dapat dipasang secara parallel.

Jenis-jenis baterai:

nicd

Nickel Cadmium (NiCd). Baterai NiCd merupakan jenis baterai yang cocok untuk bebean yang memerlukan arus sedang (2-3 Ampere). Baterai ini relative lebih murah dibandingkan dengan baterai lainnya serta dapat di recharged secara cepat. Namun proses recharge dari baterai ini memiliki kekurangan yang biasa disebut memory effect. Memory effect menyebabkan pengurangan kapasitas baterai apabila di-recharge dalam keadaan masih terisi muatan. Hal ini yang menyebabkan baterai NiCd harus benar-benar dikosongkan bila akan diisi ulang.

nimh

Nickel Metal Hydride (NiMH). Baterai ini tidak jauh berbeda dengan baterai NiCd. Hal yang membedakan dari keduannya adalah discharge factor serta siklus recharge. Baterai NiMH memiliki kekurangan dimana dischare factor-nya cukup besar, sehingga bila baterai ini dibiarkan begitu saja selama beberapa waktu, muatan yang terdapat dalam baterai akan lebih cepat berkurang dibandingkan baterai lainnya. Namun dalam segi siklus recharge, baterai ini memiliki kelebihan dimana dapat di recharg lebih sering dibandingkan dengan baterai NiCd.

batteries_lithium

Lithium Ion (Li-Ion). Baterai Li-Ion merupakan baterai standar terbaru (disamping Lithium Polymer). Baterai ini memiliki rapat energy lebih tinggi dibandingkan dengan baterai lainnya. Hal ini memungkinakan baterai Li-Ion memiliki volume lebih kecil untuk kapasitas yang sama. Selain itu, bater Li-Ion tidak memiliki memory effect sehingga dapat di recharge kapan pun kita mau. Terdapat pula baterai Lithium yang bersenyawa dengan senyawa polymer atau biasa disebut Lithium Polymer. Baterai Li-Po sangat baik untuk pemakaian dalam arus besar karena dapat memberikan arus hingga 30 Ampere!!.

batteries_alkaline1

Baterai Alkaline adalah baterai yang paling umum, mudah didapat dan termurah. Namun untuk aplikasi robot dan RC, baterai ini merupakan pilihan yang buruk, jangan sekali-kali menggunakannya! Baterai ini memiliki kapasitas yang rendah, berat, dan bermasalah dalam men-supply arus besar dalam waktu pendek. Selain itu, dikarenakan batterai ini tidak dapat diisi ulang, pemakaian secara terus menerus dengan mengganti baterai baru akan menguras biaya yang cukup besar.

batteries_fuelcell

Baterai Fuel Cell adalah baterai dengan efisiensi energi tertinggi, yaitu 40 hingga 60 kali lipat Baterai Lithium Ion (Li-On) dan memiliki energi densitas 2-3 kali lipat Li-Ion (Perbandingan antara volume zat dengan energi yang dihasilkan, dengan demikian Baterai Fuel Cell dapat menghasilkan energi 2- 3 kali Li-On pada Volume yang sama). Baterai ini menggunakan methanol atau ethanol sebagai energi utamanya. Baterai ini tidak dapat diisi ulang, jika pada saatnya baterai ini habis, maka kita tinggal menggantinya dengan methanol atau ethanol baru. Baterai jenis ini cukup mahal, yaitu berkisar antara 350-400$USD.

batteries_leadacid

Baterai Aki adalah baterai yang cukup populer karena mudah dan murah untuk diproduksi. Baterai ini dapat diisi ulang dan dapat diaplikasikan secara luas. Untuk robot yang memiliki performansi besar dalam penggunaan motor atau solar, baterai ini menjadi pilihan yang baik. Baterai ini cukup murah dan mudah didapatkan. Kekurangan baterai ini adalah ukurannya yang cukup besar dan cukup berat, harus selalu dalam keadaan terisi ulang, dan tidak memiliki kecepatan pengosongan baterai (discharge) yang besar. Jika baterai ini tidak digunakan pada jangka waktu yang lama, maka baterai ini akan melakukan pengosongan (discharge) secara internal, sehingga Kita harus sering memastikan bahwa baterai ini dalam keadaan terisi ulang. Hindari penggunaan baterai pada suhu yang terlalu panas atau di bawah 0o C.

Pengisian Ulang Baterai. Lakukan pengisian ulang baterai dengan teliti dan cermat. Pastikan bahwa tipe baterai yang digunakan sesuai dengan tipe charger yang digunakan. Pastikan bahwa arus yang dikeluarkan charger tidak terlalu besar karena berpotensi mengurangi umur baterai. (aria dan dipta)

source : Wikipedia.com , societyofrobots.com

November 12, 2008

Menginstall XP pada komputer yang telah pre-installed dengan Vista

Filed under: tech — Tags: , , , , , — pradithya @ 10:45 am

Windows vista memang punya tampilan yang aduhai… namun kompensasi dari tampilan tersebut adalah kebutuhan hardware yang jauh lebih tinggi dibanding windows sebelumnya. Banyak sekali masalah lain yang timbul dalam penggunaan Windows Vista, salah satu yang terbesar adalah kompatibilitas window vista dengan software-software lama. Banyak sekali software yang biasa digunakan sehari-hari yang mendukung pekerjaan kita, malah tidak berjalan sebagai mana mestinya di Window Vista. Masalah ini memang bisa diatasi dengan mengganti semua software yang tidak kjompatibel dengan software baru yang kompatibel dengan Vista. Namun, apa kita mau menunggu software baru keluar sedangkan pekerjaan menumpuk?? Tentu tidak..

Salah satu solusi yang cukup solutif adalah downgrade ke Windows XP. Windows XP sudah cukup teruji kematangannya oleh user windows di seluruh dunia. Menginstall XP pada komputer yang telah terinstall vista tidak semudah menginstall secara sebaliknya. Karena boot loader dari Windows XP akan menimpa boot loader Windows Vista, sehingga Vista kita tidak bisa dijalankan walaupun masih terinstall pada komputer. Dalam artikel ini bakal dibahas mengenai cara menginstall windows XP ke dalam komputer yang telah diinstall Windows Vista sehingga keduanya bisa menjadi dual boot.

Yang pertama

Standar dalam proses penginstallan, sebaiknya siapkan semua driver hardware yang digunakan. Terus cari download program VistaBootPRO dari internet. Software ini berfungsi untuk merecover bootloader vista yang tertimpa bootloader windows lain.

Yang kedua

Siapkan space dalam hard disk untuk menginstall windows XP. Gunakan Disk Management yang ada pada Vista dengan cara mengklik kanan icon my computer dan pilih manage.

Shrink salah satu partisi hard disk sehingga tersisa bagian hard disk yang belum terformat untuk menginstall Windows XP. Minimal disarankan untuk menyisakan kira-kira 5 GB. Setelah selesai proses shrinking, klik kanan dan pilih “New Simple Volume” pada bagian hard disk yang belum terformat dan beri label (misal E: Windows XP).

Yang Ketiga

Restart Windows dan lanjutkan proses Instalasi Windows XP seperti biasa hingga selesai (usahakan windows XP terinstall di partisi E: yang terpisah dengan Windows Vista). Install semua driver hardware komputer dan install pula VistaBootPRO. Setelah selesai buka aplikasi ini, bila ada peringatan tentang back up BCD cukup klik OK. Buka tab system bootloader dan tick “Windows Vista Boot Loader” dan “All Drives” lalu klik install boot loader. Setelah itu lakukan diagnostic dengan cara menekan tombol Alt+R. Pada box akan terlihat dua system operasi yang terinstall pada komputer anda. Usahakan kedua OS ini memiliki memiliki boot drive di C:. Apply Updates dan komputer anda bisa menjalankan windows vista maupun windows XP. –Aria-

Theme: Banana Smoothie. Blog at WordPress.com.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.